3 Pengusaha paling bersinar di 2017

Tahun ini, Forbes mencatat ada tiga wirausaha paling bersinar. Meski tak masuk dalam daftar 50 orang terkaya, bisnis ketiganya laik diperhitungkan di masa mendatang.

Pengusaha pertama ialah pendiri GO-JEK, Nadiem Makarim (33). Nadiem mendirikan GO-JEK pada 2010. Enam tahun berselang, GO-JEK mendapat pendanaan sekitar USD 550 juta dan menjadikan perusahaan tersebut bernilai USD 1,3 miliar.

GO-JEK kini telah beroperasi di 50 kota di seluruh Indonesia. Dengan berbagai layanan mulai pengantar makanan hingga jasa pembayaran elektronik. Dilaporkan, GO-JEK akan mendapat pembiayaan sekitar USD 1,2 miliar dari Tencent yang akan melejitkan valuasi perusahaan ke USD 3 miliar.

Pengusaha kedua ialah Hengky Setiawan (48) pemilik PT Tiphone Mobile Indonesia. Hengky merintis usaha dari toko mungilnya pada 1992. Kini, Tiphone telah bertransformasi menjadi distributor kartu seluler terbesar di Indonesia.

Tiphone saat ini memiliki 450 gerai dan pendapatan sekitar USD 2 miliar. Perusahaan yang dimiliki bersama saudaranya yakni Welly dan Ferry ini diperkirakan bernilai USD 280 juta.

Sebelum terjun ke industri telepon genggam, Hengky berbisnis suku cadang mobil. Saat ini dia juga menjabat sebagai Ketua Klub Aston Martin Indonesia.

Pengusaha ketiga ialah Stefanus Lo (50). Stefanus adalah pemilik dari bisnis permata terbesar di Indonesia yakni PT Central Mega Kencana. Tahun lalu, perusahaan ini meraup pendapatan USD 148 juta.

Pria lulusan Universitas Parahyangan angkatan 1990 ini meneruskan usaha keluarga yang telah dirintis sejak 1967. Saat ini, PT Central Mega Kencana memiliki hak jual empat merek yakni Frank & Co, Mondial, Miss Mondial dan The Palace. November lalu, perusahaan baru saja meresmikan pembukaan gerainya ke-50.

Kekayaan Stefanus ditaksir mencapai USD 200 juta. Ke depan, Stefanus berencana membawa PT Central Mega Kencana melantai di bursa saham.

Seperti diketahui, Forbes baru saja mengeluarkan daftar orang terkaya Indonesia terbaru untuk 2017. Di mana, Hartono bersaudara menempati peringkat pertama sembilan tahun berturut-turut.

Kekayaan mereka saat ini naik hampir dua kali lipat berkat kenaikan saham Bank Central Asia (BCA). Kekayaan mereka saat ini ditaksir mencapai USD 32 miliar dari sebelumnya USD 1,7 miliar.

Kekayaan 50 orang terkaya Indonesia saat ini mencapai USD 126 miliar, naik dari USD 99 miliar tahun lalu. Sementara, untuk bisa masuk dalam daftar, Forbes memberi kriteria minimal nilai kekayaan USD 450 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *