Minggu, 21 Januari 2018

Ini yang Wajib Anda Ketahui, "Obesitas Vs Pubertas" pada Anak Perempuan



Obesitas adalah kondisi penumpukan lemak dalam tubuh yang melampaui ambang batas.

Lemak memang memiliki fungsi yang berguna bagi tubuh bila masih dalam takaran yang wajar.

Beberapa penelitian membuktikan obesitas merupakan penyebab utama dari beberapa penyakit, dari diabetes, hipertensi, gagal jantung, hingga kanker.

Bahaya obesitas tidak hanya terjadi sebab lemak yang bertumpuk, obesitas kerap harus bertanggung jawab terhadap terjadinya ketidakseimbangan hormonal dalam tubuh.

Hal ini pun diduga memicu terjadinya pubertas lebih awal pada remaja wanita.

Disebutkan pula, para remaja wanita yang mengalami pubertas dini rawan mengalami depresi dan gangguan mental lain.

Kesimpulan tersebut diperkirakan muncul akibat pengaruh kematangan fisik yang terjadi tak seiring dengan kematangan mental.

Para remaja biasanya belum siap menangani masalah sosial yang biasanya muncul seiring dengan masa puber di usia terlalu muda, antara 8-12 tahun.

Obesitas secara langsung berdampak buruk bagi kewajaran pubertas dari segi fisik, juga membawa efek tidak langsung bagi perkembangan remaja secara psikologis.

Beberapa hal turut diperparah oleh faktor lingkungan yang memojokkan remaja dengan ke-abnormalan pubertas.

Adapun beberapa makanan yang turut andil memicu pubertas dini, antara lain, daging merah, makanan siap saji, sayuran yang terlalu lama dimasak, dan ayam yang disuntik dengan hormon.

Kontrol orangtua terhadap bahan-bahan panganan pada anak ada baiknya dilakukan.

Hal itu demi menjaga asupan gizi yang dikonsumsi oleh anak dapat dipilih dan dipilah.

Obesitas bukan hanya tidak enak dipandang mata, tetapi juga tidak memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar